KPU Sumbar Bekali KPU Kabupaten/Kota terkait Pelatihan Saka Rintisan Yogaswara
padang-sumbar.kpu.go.id - Pasca pengukuhan dan pelantikan Pimpinan Cabang Pengurus Saka Rintisan Yogaswara di 12 Satker KPU Kabupaten/Kota, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat menggelar Rapat Koordinasi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, serta Penguatan Peran Mabisaka, Pengurus Pimpinan Daerah, dan Pimpinan Cabang Satuan Karya Pramuka (Saka) Rintisan Yogaswara. Kegiatan yang berlangsung di Aula KPU Provinsi Sumatera Barat pada Kamis (11/6/2026).
Kegiatan yang di hadiri Anggota KPU kabupaten/kota Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas, dan SDM, Sekretaris, serta Kepala Subbagian Parhubmas KPU kabupaten/kota se-Sumatera Barat, dalam sambutannya Ketua KPU Provinsi Sumatera Barat, Surya Efitrimen menegaskan bahwa tugas KPU tidak hanya melaksanakan pemungutan suara, tetapi juga melakukan pendidikan pemilih secara berkelanjutan di luar tahapan pemilu. Salah satu wadah strategis yang dipilih adalah Gerakan Pramuka.

"Orientasinya adalah bagaimana kita meningkatkan partisipasi masyarakat, memperluas jangkauan sosialisasi ke generasi muda, dan melahirkan kader demokrasi yang berintegritas. Kita ingin membangun kesepakatan bersama dalam mengembangkan Saka Rintisan Yogaswara ini," ujar Surya.
Sementara itu Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas, dan SDM KPU Provinsi Sumatera Barat, Jons Manedi, memaparkan data evaluasi Pilkada lalu. Dari total 4,1 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Sumatera Barat, tingkat kehadiran di TPS hanya mencapai 57,15%, yang berarti ada 42,85% pemilih yang tidak hadir ke TPS.
"Data menunjukkan tingkat kehadiran terendah berasal dari kalangan pemilih pemula dan Generasi Z. Ini harus menjadi atensi kita bersama untuk menemukan role model sosialisasi yang tepat," jelas Jons.

Menyiasati keterbatasan anggaran, Jons menekankan pentingnya metode Low Budget, High Impact (minim anggaran namun tepat sasaran), seperti mengadakan webinar mahasiswa dengan daya tarik sertifikat.
Ketua Pusdiklatda Kwarda 03 Gerakan Pramuka Sumatera Barat, Dr. H. Candrianto, yang bertindak sebagai narasumber, dalam materinya Kak Can memberikan pembekalan mengenai struktur Mabisaka, pamong, instruktur, serta krida-krida yang harus dijalankan. Ia juga membagikan tips bagi instruktur agar mampu menghibur dan bernyanyi saat memberikan pelatihan supaya peserta didik tidak bosan.

Sementara itu, Dr. Alim Harun Pamungkas dari Departemen Pendidikan Nonformal FIP Universitas Negeri Padang, bertindak sebagai narasumber di sesi kedua, mengkritisi metode sosialisasi yang selama ini terlalu didominasi ceramah. Ia menyarankan perubahan modul ke arah simulasi pemilu, debat, dan studi kasus.
"Pemilih muda tidak cukup hanya diberi tahu kapan mencoblos dan siapa paslonnya. Saka harus menjadi wahana Pendidikan Demokrasi Sepanjang Hayat ( Lifelong Democratic Education ). Kita harus mencetak generasi muda yang paham hak-kewajiban politik, memiliki literasi demokrasi, mampu melawan hoaks, dan siap menjadi relawan demokrasi," pungkas Alim. (Wili/Parhumas KPU Sumbar)