KPU Sumbar Perkuat Sinergi dengan TNI dan Polri Jamin Akurasi Data Pemilih Berkelanjutan 2026
padang-sumbar.kpu.go.id - Dalam rangka pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tahun 2026, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat langkah strategis melalui koordinasi lintas sektor guna menjamin kualitas data pemilih yang akurat dan mutakhir. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan koordinasi yang dilaksanakan pada tanggal 29 dan 30 April 2026, melibatkan unsur Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia di wilayah Sumatera Barat.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Provinsi Sumatera Barat, Medo Patria bersama tim, dengan melaksanakan koordinasi secara langsung ke Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Lanud Sutan Sjahrir, dan Polda Sumatera Barat. Koordinasi ini difokuskan pada sinkronisasi data terkait perubahan status keanggotaan, khususnya peralihan status warga negara dari TNI/Polri menjadi sipil (pensiunan), maupun sebaliknya, yang memiliki implikasi langsung terhadap pemenuhan syarat sebagai pemilih.

Sebagai bagian dari mandat kelembagaan, PDPB merupakan proses yang dilaksanakan secara berkesinambungan untuk memastikan data pemilih senantiasa berada dalam kondisi akurat, mutakhir, dan komprehensif. Data tersebut menjadi fondasi utama dalam penyusunan daftar pemilih pada setiap tahapan pemilu, sehingga integritasnya harus dijaga melalui mekanisme pembaruan yang sistematis dan berbasis koordinasi antar instansi.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, KPU Provinsi Sumatera Barat menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarlembaga sebagai prasyarat dalam menjaga kualitas data pemilih.
Medo Patria memandang bahwa Setiap dinamika perubahan status kependudukan yang terjadi di lingkungan TNI dan Polri dapat teridentifikasi dan terakomodasi secara tepat dalam sistem data pemilih.
"Dengan demikian, upaya ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu yang berintegritas, melalui penyediaan data pemilih yang akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan. " ujarnya. (Fauzi/Parhumas KPU Sumbar)